Kamis, 10 Mei 2012

Perdagangan Luar Negeri




A.  Pendahuluan
Perdagangan Internasional merupakan suatu bentuk kegiatan mendunia yang melalui proses transaksi dagang antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Setiap perusahaan pasti menginginkan keuntungan yang besar dalam melakukan kegiatannya. Alasan utama mengapa perdagangan luar negeri dapat terjadi, yaitu :
·        karena ingin memperoleh barang-barang yang tidak diproduksi di dalam negeri.
·        keinginan untuk memperluas pasar agar dapat membantu perekonomian dalam negeri dengan menembus skala internasional.
·         perbedaan harga barang juga menjadi faktor pendorong terjadinya perdagangan luar negeri karena bisa saja harga suatu barang di dalam negeri lebih tinggi dibanding dengan harga barang di luar negeri sehingga para perusahaan mengambil inisiatif untuk mengimpor barang dari luar negeri guna memperoleh laba yang lebih besar.
·        Perbedaan kualitas menjadi acuan penting dalam terciptanya perdagangan luar negeri. Kualitas suatu barang dalam negeri belum tentu sebanding dengan kualitas barang luar negeri.

 Perusahaan tentu memerlukan barang-barang yang dibutuhkan dari luar negeri (impor), baik bahan mentah maupun barang yang sudah siap pakai. Impor menurut pengertian Undang-undang Perpajakan ialah kegiatan atau aktivitas memasukkan suatu barang dari luar wilayah pabean Indonesia (Luar negeri) ke dalam wilayah pabean Indonesia. Oleh dasar ini, maka setiap kegiatan impor yang dilakukan oleh badan usaha atau perusahaan akan dikenakan wajib pajak seperti yang telah diatur dalam pasal 22 Undang-undang Pajak tahun 2000.





B.   Pembahasan
Dalam memenuhi kebutuhan manusia, produsen memiliki peranan yang sangat penting. Produsen mempunyai barang-barang yang dibutuhkan oleh konsumen. Dengan membeli barang yang dinginkan kemudian dijual kembali untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dinamakan perdagangan. Di zaman global seperti sekarang ini, perdagangan telah menyebar sangat luas. Tidak hanya antar wilayah dalam kota, tetapi juga antar Negara (Internasional). Suatu bentuk kegiatan tukar menukar suatu barang antara negara yang satu dengan negara yang lainnya disebut Perdagangan Internasional.
Beberapa tokoh yang mengemukakan teori tentang perdagangan internasional yaitu Adam Smith dan David Ricardo. Adam Smith mengemukakan teori keunggulan mutlak (Theory of Absolute Advantage) yang dijelaskan bahwa suatu Negara memiliki keunggulan mutlak apabila negara tersebut dapat memproduksi suatu barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi oleh negara lain. Sedangkan David Ricardo mengemukakan teori keunggulan komparatif (Theory of Comparative Advantage) yang menjelaskan bahwa sebuah negara dapat memproduksi suatu barang atau jasa dengan efisien dan lebih murah disbanding dengan negara lain.
Indonesia telah melakukan kerjasama bilateral dengan negara Jepang. Kerjasama ini memiliki ruang lin gkup yang sangat luas dengan tujuan mempererat kerjasama ekonomi di antara kedua Negara, termasuk didalamnya kerjasama dalam bidang liberalisasi, peningkatan perdagangan dan investasi, serta capacity building. Tentunya dalam kerjasama ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam negeri dengan peningkatkan ekspor produk dan tenaga kerja Indonesia serta peningkatan kemampuan industri dalam negeri.

C.  Faktor Penghambat Perdagangan Internasional
Dalam melakukan suatu kegiatan tidak akan selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Begitu pula dengan kegiatan perdagangan internasional yang tidak selalu berjalan dengan lancar. Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional tidak jarang banyak mengalami hambatan-hambatan baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri, antara lain :
a)    Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan Oleh Pemerintah
Sebuah negara pasti menerapkan kebijakan ekonomi untuk tujuan meminimalisir sesuatu hal yang akan berdampak buruk bagi negara. Misalnya, pembatasan impor,  biaya impor atau ekspor yang tinggi, dan perizinan yang berbelit-belit.
b)   Tidak Amannya Suatu Negara
Dalam melakukan suatu perdagangan internasional, harus melihat aman atau tidaknya keadaan suatu negara yang ingin berkerjasama. Semakin kondusif keadaannya, dapat mendorong para pedagang untuk melakukan perdagangan internasional. Tetapi sebaliknya, jika situasi suatu negara tidak aman, pedagang akan beralih ke negara yang keadaannya lebih kondusif.
c)    Kurs Mata Uang Asing Tidak Stabil
Apabila kurs mata uang asing tidak stabil, hal ini akan membuat para pedagang kesulitan dalam menentukan harga valuta asing dan hal itu juga akan berdampak pada harga penawaran dan permintaan suatu barang. Hal tersebut akan membuat para pedagang mengurungkan niat untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor ke suatu negara.

D.  Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri
Ada beberapa perbedaan antara perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri, yaitu :
a.    Jangkauan Wilayah
Perdagangan dalam Negara hanya mencangkup satu negara. Sedangkan perdagangan luar negeri mencangkup lebih dari satu negara. Artinya, perdagangan luar negeri jangkauannya lebih luas disbanding dengan perdagangan dalam negeri.
b.    Sistem Distribusi
Perdagangan dalam negeri lebih sering dilakukan dengan menggunakan system distribusi langsung oleh pihak-pihak yang melakukan perdagangan. Sedangkan perdagangan luar negeri menggunakan sistem distribusi tidak langsung. Atau dengan kata lain, ada pihak perantara tertentu yang menangani proses pendistribusian barang atau jasa.
c.    Cara Pembayaran
Dalam melakukan suatu pembayaran, perdagangan dalam negeri hanya memakai satu macam mata uang. Sedangkan perdagangan luar negeri memakai lebih dari satu macam mata uang (valuta asing).
d.    Tingkat Persaingan
Dalam perdagangan luar negeri, para pesaing lebih banyak dan persaingan akan lebih ketat bila dibandingkan perdagangan dalam negeri yang persaingannya lebih rendah.
E.   Masalah Perdagangan Internasional
Para pengusaha dalam negeri tidak hanya bersaing dengan pengusaha yang berada di dalam satu wilayah tertentu, tetapi juga bersaing dengan pengusaha dari luar negeri. Banya pengusaha dalam negeri yang tidak bisa bertahan karena kurangnya inovasi dan variasi terhadap produk yang diperdagangkan. Semakin terbatasnya padat karya membuat pengusaha kesulitan dalam mengembangkan produk. Pengusaha dalam negeri harus berlomba meningkatkan kualitas dan harga dengan pengusaha luar negeri, karena hal itu menjadi faktor penentu untuk meraih kesuksesan dalam bersaing.

F.    Kesimpulan
Dalam hal ini, pengusaha dalam negeri harus mampu menahan gempuran produk luar negeri yang mungkin kualitasnya lebih bagus dan mempunyai nilai yang lebih tinggi. Pengusaha dalam negeri harus lebih bisa berinovasi dan lebih pintar mengambil peluang di tengah derasnya peredaran produk luar negeri yang bermunculan.

G.  Daftar Pustaka






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar